Pengalaman outbond ke Jogjakarta

       Hari Rabu dan Kamis saya outbond bersama kelas teman-teman kelas 5 ke Jogja. Kami outbond menaiki bus. Bus yang akan dinaiki ada 3 yaitu bus 5A, 5B dan bus pendamping (orang tua dan guru). Pada hari Selasa, jam 19.00 kami berangkat ke Jogja bersama rombongan. Di bus saya hanya melihat pemandangan melalui jendela, lama-lama saya tertidur tapi jam 2.30 am saya terbangun, saya ingin melanjutkan tidur tapi tidak bisa karena sudah terlalu lama bangun (Mengobrol dengan Alfira) akhirnya saya melanjutkan melihat pemandangan sampai akhirnya kami berhenti di sebuah pom bensin untuk sholat namun karena mushola pom bensin tutup maka kami sholat di masjid yang kebetulan ada di dekat pom bensin. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, kira-kira jam 07.00 kami sampai di Hotel untuk transit mandi dan makan. Kelompok mandi saya adalah Anya, Olind, Eryta, Nadine, Reva, Fira, Saya, Jasmine. Sedangkan kelompok tidur saya adalah Alfira, Reva, saya dan Jasmine.
        Diantara kami semua yang mandi paling lama adalah Eryta, sudah jelaslah karena perlengkapan mandinya ketinggalan terus jadi dia keluar-masuk keluar-masuk jadi lama, Setelah mandi kami segera makan. Menurut saya hotelnya tidak terlihat seperti hotel namun terlihat seperti penginapan atau yang disebut juga homestay karena kecil dan hanya tingat 2 serta kira-kira jumlah kamarnya hanya sampai nomer 32. Selesai makan kami semua menuju Museum Dirgantara yaitu adalah museum tentang angkatan udara.
Museum Dirgantara
   Didalam terdapat banyak pesawat, diorama dan lain-lainnya. Ada beberapa pesawat yang boleh dinaiki, ketika saya menaiki salah satu pesawat rasanya pusing sekali karena peswatnya miring, jadi rasanya seperti akan jatuh junkir balik.  Di museum Dirgantara  ada diorama yang terlihat asli, juga ada berbagai macam senjata bom dan lainnya. Lalu kami segera berangkat ke Keraton.

Keraton
    Di Keraton kami melihat-lihat busana, barang masa lalu di Jogja, seperti gerobak dan lain-lain. Pada tahun 1756, tanggal 7 oktober adalah hari jadi kota Jogjakarta. Luas keraton adalah 1 kilometer persegi dan lebarnya adalah 1 kilometer, sedangkan luas bangunan adalah 14.000 meter. Keraton menghadap arah utara, alun-alun utara ditanami pohon beringin yang berjumlah 64 pohon. Di keraton kami sempat melihat dokumentar tentang adat kota Jogjakarta.
Batik LUWES
    Setelah itu kami pergi ke Batik Luwes. Di sana kami diajari membatik, yaitu batik tulis bukan batik cap. Kami tidak menggambar polanya namun hanya menebali dengan lilin yang panas. Hasil batik saya banyak jembretnya karena baru pertama kali membatik. Sebelum membatik kelompok saya mendapat giliran wawancara, Nadya menjadi pewawancara. Batik luwes juga menjual baju, gelang dan yang lainnya.
    Selesai membatik kami kembali ke hotel untuk cek in di hotel yang bernama Ceilendra Extention. Saya, Fira (Alfira), Jasmine dan Reva mendapat kamar 28 di lantai 2 jadi nomernya 228, maksudnya di lantai 2. Kami segera menata barang dan bermain uno bersama sambil menunggu malam tiba, karena sudah akan magrib kami memutuskan untuk mandi sendiri-sendiri saya mandi giliran pertama. Lalu kami sholat sendiri, awalnya kami sholah bersama namun imam (Fira) ketawa-ketawa batal deh akhirnya saya memutuskan shalat sendiri, tapi akhirnya Reva jatuh berguling-guling di kasur sambil tertawa tidak jelas. Setelah itu kami main Minecraft bersama, saya tidak ikut karena Minecraft saya tidak bisa dibuka. Lalu kami turun ke bawah (Lantai 1) untuk makan malam. Kenyang sekali rasanya setelah makan kami pulang (ke kamar) untuk istirahat, sebelumnya kami shalat maghrib sendiri-sendiri kejadiannya sama seperti tadi.

    Setelah kami selesai shalat tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan bertanya. Kami segera membukakan pintunya ternyata ada tamu yang tidak disangka... Vito! Teman lama kami.                                 
"Jangan keluar kamar! Ayo ayo masuk lagi!!" Teriak bu Indah mengaggetkan kami semua, semua lari panik+takut, kami segera mengunci pintu. 37 menit lagi tiba-tiba ada yang berlarian, kami jadi sebal karena suaranya itu lho gedubrakan. Akhirnya karena kami bosan sekali di kamar tidak bisa melakukan apa-apa kami menyusun rencana untuk keluar kamar. Rencana hampir berhasil namun kami tidak bisa turun untuk makan. Akhirnya kami memutuskan meminta makanan pada ibu Eryta yang ada di kamar sebelah, kami di beri kue bolu yang enak. Akhirnya saya segera sholat dan tidur terlelap.  Besoknya kami segera bangun, shalat shubuh setelah itu kami mandi lalu sarapan, kami terburu-buru karena bangunnya telat yaitu jam 05.00 padahlah di suruh bangun jam 04.00. Selesai sarapan kami (Saya, Fira, Jamine dan Reva) segera packing dan turun kebawah membawa barang bawaan masing-masing. Kami segera menaruh barang di dekat mobil golf dan bergabung dengan kelompok Outbond, kami bersiap menjawab pertanyaan atau disebut quiz yang diberikan oleh guru dan forum, kelompok kami pertama kali mendapat hadiah. Isinya adalah Penggaris dan bolpoin. Selesai quiz kami segera masuk ke dalam bus sambil membawa barang bawaan. Kami akan ke candi Borubudur
Candi Borubudur
  Jalan untuk sampai ke candi sangat jauh. Ketika kami sampai di tingat ke-7 kami mencatat informasi. Setelah mencatat informasi kami dibebaskan untuk berfoto-foto di atas candi tersebut. Candi dibangun tahun 800 masehi masa kerajaan mataram kuno dinasti Sailendra dibangun oleh raja Samaratungga menggunakan batu andesit dari gunung berapi berjumlah 2 juta potong yang dibuat dalam bentuk piramida dalam 10 tingkatan. Setelah puas di candi borubudur kami turun menuju tempat parkir untuk naik bus dan untuk ke Monjali. Sebelumnya kami Ishoma di resto.
Monjali
         Bangunan di Monjali atau Monumen Jogja Kembali sangat indah. Didalam Gedung ada 3 lantai. Di Lantai 1 : 4 ruangan museum, perpus              Di Lantai 2 : 10 Diorama, 40 relief                                 Di Lantai 3 : Garbagraha yang merupakan ruang hening untuk berdoa. Salah satu manfaatnya adalah sarana untuk melestarikan nilai semangat juang bangsa serta sebagai tanda penghargaan pada pahlawan. Setelah itu kami kembali bus dan berangkat ke Mirota.                                                                                          
Mirota
      Sampai di Mirota, kami segera memakai atasan jas hujan karena gerimis. Saat saya keluar dari bus saya sudah ketinggalan kelompok dan akhirnya bergabung dengan kelompok 1 yang belum berangkat ke Mirota. Ternyata Mirota juga bernama Hamzah batik, ketika masuk didalam kami melepas atasan jas hujan lalu menitipkannya ke bu Anna saat ditanya ingin beli apa, menjawab ingin ke kamar mandi dulu… Setelah itu kami naik ke atas untuk membeli souvenir, saya akhirnya hanya membeli tas kecil dan boneka hamster kecil yang lucu. Lalu kami segera kembali ke bus dan menunggu yang lain kembali hingga semua lengkap, dan berangkat ke toko oleh-oleh Jogjakarta.

Toko oleh oleh
       Di toko oleh-oleh ini saya hanya membeli bakpia rasa coklat 1 kotak. Sambil mengantri untuk membayar saya mengobrol dengan Aya, ternyata harga bakpianya Rp 35.000,00 untung uang sangu saya masih ada Rp 64.000,00 setelah membayar saya bergegas ke bu Tini untuk memberi nama bakpia agar tidak tertukar dalam bus. Setelah sampai di bus saya menunggu yang lainnya sambil mengobrol dengan Alfira. Lalu kami berangkat ke resto untuk ishoma dan pulang ke Malang! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerhana matahari

Japan

Hari pertama sekolah